Kategori
Tak Berkategori

PERBEDAAN SISTEM DEMOKRASI AMERIKA SERIKAT (AS) & REPOBLIK INDONESIA (RI) DALAM MENJUNJUNG TINGGI HAK ASASI MANUSIA (HAM) DI MATA DUNIA PADA KASUS RASISME

Kategori
Tak Berkategori

MOMENTUM 73 TAHUN 25 MEI 1947-25 MEI 2020

Oleh. Yulius Woy

Ketua Presidium PMKRI Cab. Manokwari St. Thomas Villanova Periode 2020/2022

I. Perjalanan Sejarah PMKRI Nasional

PMKRI pada awalnya merupakan hasil Fuisi Federasi Katholieke StudentenVereniging (KSV) dan perserikatan Mahasiswa Katolik Repoblik Indonesia (PMKRI) Yogyakarta. Federasi KSV pada saat itu meliputi St. Bellarminus Batavia (Jakarta, 10 November 1928), St. Thomas Aquinas Bandung (Bandung, 14 Desember 1947), KSV St. Lukas Surabaya (Surabaya, 12 Desember 1948). Federasi KSV yang berdiri Tahun 1949 yang di ketuai oleh Gan Keng Sori (KS Gani) dan Ouw Jong Peng Koen (PK Ojong). PMKRI Yogyakarta pertama kali di ketuai oleh St. Munadjat Danusaputro, di diri pada tanggal 25 Mei 1947.

Keinginan federasi KSV untuk berfusi dengan perserikatan Mahasiswa Katolik Repoblik Indonesia Yogyakarta saat itu, karena pada pertemuan antar KSV di penghujung 1949 di hasilkan keputusan bahwa :

“Kita bukan hanya Mahasiswa Katolik, tetapi juga Mahasiswa Katolik Repoblik Indonesia”

St. Munadjat Danusaputro

Federasi akhirnya mengutus Gan Keng Soei dan Ouw Jong Peng Koen untuk mengadakan pertemuan dengan moderator dan pimpinan PMKRI Yogyakarta.

Setelah mendapatkan saran dan berkat dari Vikaris Apostolik Batavia yang Pro-Indonesia, yaitu Mgr. P. J Willekens, SJ, utusan Federasi KSV (kecuali Ouw Jong Peng Koen yang batal hadir karena sakit) bertemu dengan moderator pada tanggal 18 Oktober 1950 pertemuan dengan ketua PMKRI Yogyakarta saat itu, yaitu P. K. Haryasudirdja bersama stafnya berlangsung sehari kemudian. Dalam pertemuan pertemuan tersebut intinya wakil Federasi KSV yaitu Gan Keng Soe mengajak dan membahas keinginan

“Mengapa kita tidak berhimpun saja dalam satu wadah organisasi nasional Mahasiswa Katolik Indonesia? Toh selain sebagai Mahasiswa Katolik, kita semua adalah Mahasiswa Katolik Indonesia”

Gan Keng Soei

09 Juni 1950 kongres gabungan di buka secara resmi oleh PK Haryasudirja selaku wakil PMKRI Yogyakarta bersama Gan Keng Soei yang mewakili Federasi KSV ternyata berada di luar dugaan, Kongres yang semula di rencanakan berlangsung sehari ternyata berjalan alot terutama dalam pembahasan satu topik, yakni penetapan tanggal berdirinya PMKRI.

Di saat belum menemukan kesepakatan, Kongres gabungan sampai diskors untuk memberikan kesepakatan kepada masing masing organisasi untuk kembali mengadakan Kongres secara terpisah pada tanggal 10 Juni 1950. Akhir Kongres gabungan pun Fusu-pun kembali di gelar pada tanggal 11 Juni 1950 dan berhasi menghasilkan satu keputusan, antara lain :

Federasi KSV dan PMKRI Yogyakarta berfusi menjadi satu sebagai sebagai organisasi Nasional Mahasiswa Katolik bernama “Perhimpunan Mahasiswa Katolik Repoblik Indonesia” yang kemudian di singkat PMKRI.

Sebutan perhimpunan di sepakati sebagai pertimbangan agar organisasi baru ini sudah bersiap siap untuk mau dan mampu menampung masuk dan menyatukan organisasi organisasi Mahasiswa Katolik lain yang telah berdiri berdasarkan asas dan landasan lain, seperti KSV-KSV di daerah daerah pendudukan Belanda guna menuju persatuan dan kesatuan Indonesia. Penentuan tanggal 25 Mei 1947 yang bertepatan sebagai hari Pentakosta, sebagai hari lahirnya PMKRI, tidak bisa di lepaskan dari jasa Mgr. Soegjapranata.

Atas saran beliaulah tanggal itu di pilih dan akhirnya di sepakati para pendiri PMKRI sejak Desember 1946 proses penentuan tanggal kelahiran belum menemui hasil. Alasan beliau menetapkan tanggal sebagai simbol turunnya roh ke tiga dari Tri Tunggal Mahakudus yaitu roh Kudus kepada para Mahasiswa Katolik untuk berkumpul dan berjuang dengan landasan ajaran Katolik membela, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Repoblik Indonesia.

II. Momentum 73 Tahun PMKRI Secara Nasional

Pada 73 Tahun PMKRI hadir sebagai wadah untuk terus memperjuangkan hak hak kaum tertindas berdasarkan cita cita dan impian para pendahulu berdasarkan Visi dan Misi PMKRI itu sendiri :

Visi

Terwujudnya keadilan sosial, kemanusiaan dan persaudaraan sejati.

Misi

Berjuang dengan terlibat dan berpihak kepada kaum tertindas melalui kaderisasi intelektual populis yang di jiwai oleh nilai nilai kekatolikan demi terwujudnya keadilan sosial, kemanusiaan, dan persaudaraan sejati.

Pada 73 Tahun ini pula PMKRI terus bergerak bagi Gereja dan Tanah air demi mewujudkan keadilan sosial dalam berbangsa dan bernegara dengan tiga nilai benang merah 1. Kristenitas, 2. Intelektualitas, dan 3. Fraternitas.

Pada situasi dan kondisi saat ini di mana PMKRI juga di hadapkan dengan berbagai masalah baik secara internal maupun eksternal secara sosial, ekonomi, politik, dsb terutama pada saat Pendemi Coronavirus/Covid-19 yang tidak hanya merusak tatanan sistem Global di berbagai belahan Dunia, tetapi di mana dari sisi Ekonomi, sosial, politik, dsb sangat mengharuskan PMKRI untuk bagaimana bersama sama untuk berkontribusi demi kepentingan rakyat secara Universal. Hingga pada kesempatan momentum DIES NATALIS PMKRI NASIONAL YANG KE-73 TAHUN dengan gigih mempertahankan prinsip prinsip dasar sebagai organisasi yang berpihak bagi kaum tertindas demi Gereja, Bangsa, dan Tanah air.

Demikian coretan tangan ini bersifat mengingat sejarah perjuangan Perhimpunan yang kita cintai, semoga setiap nafas, setiap darah, setiap nada, setiap langkah perbuatan buah pemikiran berdasarkan “PRO ECCLESIA ET PATRIA” dengan dasar jiwa “RELIGIO OMNIUM SCIENTIARUM ANIMA”.

MANOKWARI, 24 Mei 2020

Pro Ecclesia Et Patria!

Kategori
Tak Berkategori

KACA MATA KEBIJAKAN UU NO. 21 TAHUN 2001 TENTANG OTSUS PAPUA DAN REVISI UU OTSUS BAGI KEPENTINGAN ORANG ASLI PAPUA

Gambar 01. Otsus Papua

Oleh. Yulius Woy

A. Alasan Lahirnya Otsus Papua

Untuk menyelesaikan status bangsa Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI) sejak Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) sejak 1969 silam. Tidak menutupi kemungkinan hanya status politik namun status Ekonomi, dan Sosial pun menjadi akar permasalah dan melahirkan solusi regulasi UU OTSUS NO. 21 TAHUN 2001 dengan adanya kesinambungan status PT. Freeport Indonesia (FTFI) Freeport-Mc-Moran Copper & Gold Inc sejak 1967 di atas tanah Papua.

B. Dasar Penunjang Otsus Hadir

UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua bagi orang Papua (OTSUSPAP) merupakan cita cita dan tujuan Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI) pada Tahun 1999 dan 2000.

Berdasarkan ideologi bangsa Indonesia dan UUD NKRI 1945 dengan menjunjung tinggi, menghormati, dan menghargai OAP berdasarkan pertimbangan pertimbangan yang menjadi Point lahirnya UU Otsus No. 21 Tahun 2001 pada huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j dan k dengan mengingat UUD 1945 beserta pasal, ayat, ketetapan MPR, dan UU hingga menetapkan UU tentang otonomi khusus bagi Provinsi Papua.

Dengan sifat tidak menghambat percepatan pembangunan khusus di bidang sosial, ekonomi, dan politik.

Gambar 02. Penetapan Regulasi UU Otsus Papua

C. Kacamata Anak Negeri

Diskriminasi tidak lagi secara fisik tetapi secara mental, di mana Hak Asasi Manusia (HAM) di tutup rapat rapat hingga tidak ada ruang untuk bebas berekspresi, berpendapat, dan berkarir sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang setara.

Dengan lahirnya UU Otsus No. 21. Tahun 2001 selama 20 Tahun tidak merubah Manusia Papua secara Psikologis dan Biologis. Malah Otsus hanya membunuh Manusia Asli Papua (MAP) secara Mental, Karakter, dan Fisik.

Yulius Woy

Catatan Saya :

1. Masa Pendidikan

A. Sekolah Dasar (SD)
Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (SD YPPK) Brongkendik-Raduria Tahun 2004 dan lulus 2010.

B. Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Fak-Fak Danaweria (SMP N 2 Fak-Fak) Tahun 2011 dan lulus 2013.

C. Sekolah Menengah Atas (SMA)

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Fak-Fak (SMA N 1 Fak-Fak) Tahun 2014 dan lulus 2016

D. Perguruan Tinggi

Universitas Papua Manokwari Tahun 2016-saat ini….

D. Revisi UU Otsus Papua No. 21 Tahun 2001

24 Tahun perjalanan sejak saya di lahirkan, umur saya 4 Tahun saya sudah melihat dan merasakan kejamnya otoriter Pemerintahan Indonesia diskriminasi, intimidasi, dan kriminalisasi hingga sejak selama Otsus masih berjalan tidak ada namanya Pemerintahan Indonesia dengan menjunjung tinggi kemakmuran, dan kesejahteraan orang Papua.

Gambar 03. Kriminalisasi Oleh Aparat

2021 status Otsus bagi orang Papua akan berakhir sesuai keputusan pada Tanggal 21 November 2001 di Jakarta pusat dan perubahan UU No. 35 Tahun 2008. Hingga apa dan di mana kebijakan Otsus yang tertuang dalam regulasi UU tidak sepenuhnya di akomudir dan perketatkan hingga menjadi ruang Politikus, pemodal untuk mencari dan memanfaatkan regulasi aturan menjadi senjata untuk mencuri dan tertawa di atas kaum tertindas dan terpinggir di atas tanah Papua terlebih khusus bagi Orang Asli Papua (OAP) untuk memanfaatkan sekian Triliun dana Otsus dan Sumber Daya Alam (SDA) Papua.

Yulius Woy

Catatan Saya:

Gambar 04. Anak SD

Selama 20 Tahun UU Otsus di amanahkan untuk kepentingan orang Papua dalam bidang Politik, Ekonomi, dan Sosial hanya menjadi senjata untuk merenggut hak hak politik, ekonomi, dan sosial orang asli Papua.

Dari Tahun 2000 deforestasi di Papua bioregion seluas 60.3000 hektar pertahun meningkat, kemudian 2009-2013 seluas 171.9000 hektar, 2013-2017, terus meningkat hingga 189.9000 hektar. Dari angka di atas menunjukkan pemanfaatan hutan dan lahan terus meningkat yang mendatangkan masalah konflik antara masyarakat Papua dan pihak perusahan yang hendak beroperasi memicu terjadinya pelanggaran HAM di tanah Papua.

Januari 2020 pemerintah dan DPR menyetujui 55 rancangan UU masuk program legislasi nasional (Prolegnas) 2020. Salah satu RUU pengganti UU Otsus yang kemudian melibatkan 61 Anggota perwakilan dari tokoh Papua setelah isu rasial dan gejolak Papua sejak 19 Agustus 2020.

Beranjak dari itu hingga saat ini meningkatnya pembukaan ruang untuk terus menjalankan kinerja pemerintah tanpa memperhatikan kepentingan Rakyat Papua.

Hal di atas menunjukkan bahwa sampai regulasi dan perubahan sistem dalam suatu aturan untuk suatu kepentingan tanpa memperhatikan kepentingan kaum kecil tidak akan mensejahterakan kepentingan Negara itu sendiri. Dari regulasi dan aturan yang di tetapkan dan di buat tanpa kesepakatan dan keterbukaan akan terus menjadi duri dalam bingkai NKRI.

Catatan kaki

*******

Manokwari, 12 Mei 2020

Kategori
Tak Berkategori

JEJAK SOSIALISTIS

Perjuangan yang solid merupakan bagian dari kepribadian individualis yang sulit di tebak. Pemahaman ini mengingatkan ku pada suatu kalimat yang pernah mengorek telinga sampai pada tawajuh (hati yang benar benar di arahkan kepada Tuhan) hancur.

Kalimat ini masih sangat jelas terpampang pada ingatan ku.

“Sosial Lupa Diri”

Lebih pada pemikiran untuk kepentingan umum di bandingkan kepentingan individu.

Ini kegagalan bagi mereka yang berpikir Individualisme dan tidak bagi mereka yang berpikir Sosialistis. Jejak ini menjadi impian petarung hidup kaum sosialistis yang pernah jatuh dan terus untuk bangkit dan berjalan.

Pada artikel ini ijinkan saya mengutip seorang petarung sosialistis asal India yang di kenal dengan pemikiran Pasifisme dan sebagai aktivis pejuang pembela HAM perdamaian “Gandhi (disambiguasi)”. Mahandas Karamchan Gandhi lahir di Porbandar, Gujarat, India Britawa, pada 2 Oktober 1869 dan meninggal atas pembunuhan penembakan dengan alasan “membawa keburukan dan kerusakan kepada jutaan warga India”.

(Mahandas Karamchan Gandhi)

Live as of you were to die tomorrow. learn as if you were to live forever

(Hiduplah seolah olah anda ingin mati besok. Belajarlah seolah olah anda ingin hidup selamanya)

Oleh. Mahatma Gandhi

Terabaikan

Jika lemah dan jatuh dalam karakter ialah kegagalan secara mentalitas dan berujung pada individualis bukan Sosialistis. Kenyamanan memberikan ruang ke-egoisme dan sensitivitas hinggal banyak dari mereka yang gagal dan mundur dari “LANGKAH JEJAK” karena keberatan untuk berpikir kepentingan secara umum.

Catatan saya:

Manokwari, 10 Mei 2020

Ada waktu yang salah ketika kesempatan itu terbuang, ada waktu yang benar ketika kesempatan itu di gunakan.

Oleh. Yulius Woy

Terima kasih, semoga pemikiran ini bermanfaat memberikan pemahaman….!!!

Manokwari, 10 Mei 2020

Kategori
Tak Berkategori

ANTARA KEYAKINAN MENYAMPAIKAN KEBENARAN DAN PEMAHAMAN MEREKA TENTANG KEBENARAN

Oleh : Yulius Woy

Foto 01. Yulius Woy
(memahami kebenaran)

Seketika ideologi kita mengental pada kepribadian kita hingga menuntut kita untuk terus memberikan gambaran bagi mereka yang kadang sulit memahami pemikiran kita. Ini merupakan suatu tuntutan ideologi yang sulit di bungkam dari pemikiran kita, sehingga saya berprinsip bahwa :

“Ketajaman analisis merupakan imajinasi logis berpikir yang efektivitas”.

Definisi logis berpikir saya!


Foto 02. Yulius Woy
(logis berpikir)

Analisis menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) merupakan penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dll) untuk mengetahui kebenaran yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb). Sehingga hal ini menjadi kerangka berpikir saya secara teoristis, bahwa untuk mengetahui suatu sebab akibat suatu permasalahan kita perlu melakukan analisa secara logika dari berbagai sumber, pandangan, dan pendapat berpikir orang orang di sekitar kita.

Imajinasi menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) merupakan daya pikir untuk mengembangkan (dl angan angan) atau menciptakan gambar (lukisan, karangan, dsb) kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman seseorang. Pemikiran ini sering menjadi senjata penangkal argumentasi saya sehingga pemikiran dan pandangan berpikir saya menggunakan pengalaman pribadi saya secara pribadi.

Logis menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) sesuai dengan logika, benar menurut penalaran, atau masuk akal. Hal ini menjadi dugaan berdasarkan angan angan ruang berpikir saya menjadi sesuatu yang nantinya akan terjadi!

Efektivitas menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) keefektifan memberikan pengaruh keadaan. Dari ulasan kalimat dari statement efektivitas menjadi ruang akhir dari pemikiran saya yang mendasar.

Dari beberapa unsur kalimat yang menjadi inti lahirnya sebuah teori atau katakan saja teorisasi pemikiran saya ialah latar belakang kepribadian pengalaman hidup saya secara pribadi. Pemikiran ini kadang menjadi imajinasi logis berpikir saya, bahwa ketika hendak mencari solusi dampak dari sebuah masalah maka gunakan pemikiran kita. Identifikasi kepribadian kita dengan lingkungan sosial secara subjek maupun objek.

Identifikasi Bertopeng

Foto 03. Yulius Woy
(memastikan tanpa di pastikan)

Julukan ini sebut saja identifikasi bertopeng. Ketika kawan-kawan membaca kalimat “bertopeng” pasti bertanya apa arti dari kalimat bertopeng? Jawaban saya mudah saja! Carilah alasan dari kalimat bertopeng tersebut.

Akhir kata

Terima kasih, semoga teori dari pemikiran saya menjadi suatu bahan refleksi dan permenungan yang panjang. Semoga tulisan ini menjadi rintisan pemikiran kawan-kawan dalam memperjuangkan hak-hak kaum kecil!

Manokwari, 08/04/2020

Kategori
Tak Berkategori

DEFINISI & PERSPEKTIF COVID-19 POLITIK EKONOMI GLOBAL

Oleh : Yulius Woy

Penamaan dan alasan Definisi Covid-19/Corona Virus

Gambar 02. Mikroskop Elektron Pada Corona Virus (Kuning)

Penamaan resmi yang di berikan oleh Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenawa Swiss pada Selasa, 11 Februari 2020. Covid-19/Corona (corona virus) di berikan singkatan “CO” yang artinya Corona, “VI” yang mengacu kepada virus, “D” untuk deases, dan 19 merupakan Tahun pertama kali wabah tersebut mendunia hingga memakan ribuan nyawa Manusia kemudian di definisikan pada 30 Desember 2019.

Penamaan atau pemberian nama ini dengan Tujuan untuk menghindari stigmatisasi sebagaimana panduan yang di keluarkan WHO pada 2015. Namun virus ini tidak akan merujuk pada letak geografis, hewan, individu, atau kelompok orang. Sebelumnya Covid-19/Corona Virus di namakan 2019-Ncov sedangkan Komisi Nasional China menyebut sementara Novel Coronavirus pneumonia (NCP).

Dari pada itu Covid-19/Corona Virus ialah bagian dari keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit terjadi pada Hewan dan Manusia. Manusia yang terjangkit atau terkena virus ini akan menunjukkan gejala gejala atau infeksi saluran pernapasan seperti, flu sampai berakibat fatal. Middle Eats Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SORS) atau sindrom pernapasan berat.

Coronavirus merupakan virus jenis baru yang di temukan Manusia di Wuhan China, pada Desember 2019 kemudian di beri nama Severe Acute Respitory Syndrome Coronavirus2 (SARS-COV2) di sebut Coronavirus Diase-2019 (COVID-19).

Perspektif Covid-19 Politik Ekonomi Global

Penyakit virus yang di kenal dengan nama Coronavirus atau COVID-19 merupakan senjata biologis yang sengaja di ciptakan negara negara adikuasa. Saya sebut saja Kolonialisme, Imprealisme moderen, dan Kapitalisme.

Virus ini sengaja di sebarluaskan untuk menggoyang tatanan sistem negara, mengurangi angka kepadatan penduduk, meningkatkan hubungan bilateral dengan negara negara yang terjangkit wabah Covid-19/Coronavirus dengan negara negara yang memiliki nilai tawar ekonomi perlahan lahan meningkat dan berkembang. Dari pada itu juga negara negara yang yang menganut paham Merkantilisme di bagian Benua Eropa, dan juga Asia.

Dengan terciptanya Viruscorona/Covid-19 ini juga guna untuk meningkatkan nilai tawar Ekonomi Global (pasar dunia) terhadap negara negara berkembang dan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup guna penempatan Investasi SDA di negara negara tersebut.

Pada beberapa sisi ini juga politik bilateral akan menjadi tawaran utama yang terstruktur dan sistematis dalam peningkatan Ekonomi Global bagi negara negara adikuasa. Kemudian di sisi lain Coronavirus/Covid-19 kita bisa melihat bahwa pengklaiman oleh negara negara adikuasa seperti Amerika serikat, Cina, Israel, dan negara negara adikuasa lainnya dengan tawaran teknologi dan peralatan medis untuk penangan wabah Coronavirus/Covid-19 di negara negara dengan angka peningkatan wabah yang kian merenggut nyawa manusia di beberapa belahan Dunia.

Gambar 04. Ekonomi Global

Mengapa saya sebut Kolonialisme, Imprealisme, dan kapitalisme yang menciptakan senjata biologis atau di kenal dengan COVID-19/Coronavirus? Karena negara negara ini memiliki paham dan persaingan yang kuat pada ekonomi global. Alasannya, ketika persaingan terjadi maka akan muncul perdebatan antara negara negara adikuasa yang saya sebut di atas seperti Amerika serikat, China, dan Israel. Nah! Di sinilah muncul pemikiran untuk saling menjatuhkan antara satu dan yang lain, kemudian pandangan saya bahwa yang menjadi korban dari peperangan ini ialah negara negara berkembang baik dari sisi politik, ekonomi, dan sosial terutama bagian belahan Benua Asia. Ketika munculnya perang ini maka muncul pula peluang peluang yang menjadi nilai tawaran yang besar di bidang Ekonomi Global.

Pesan Saya Pesan Papua dan Indonesia :

1. Negara harus mempertimbangkan secara baik hubugan bilateral antar negara untuk menangani wabah Covid-19/Coronavirus dengan tidak membawa kepentingan Investasi SDA di Indonesia.

2. Negara berhati hati dalam mengambil kebijakan guna stabilitas ekonomi, kesehatan, politik, dan sosial setiap daerah, dengan alasan Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI) ialah negara kepulauan dan memiliki luas wilayah yang cukup luas dan sulit untuk di jangkau dalam waktu yang sesingkat singkatnya.

3. Negara harus melihat kebutuhan setiap daerah, terutam Wilayah Papua yang terdiri dari dua Provinsi yaitu, Provinsi Papua dan Papua Barat dalam kebutuhan dan fasilitas kesehatan guna pencegahan dan penanganan wabah Covid-19/Coronavirus di Provinsi Papua dan Papua Barat.

4. Dengan alasan Point 1, 2, dan 3 di atas maka perlu di lihat dan di pahami bahwa dalam pencegahan dan penangan Wabah Covid-19/Coronavirus pemerintah pusat tidak hanya melihat dengan kacamata Jakarta, terkait kebijakan kebijakan Pemerintah Provinsi, dan Kabupaten kota yang ada di wilayah Papua, yaitu Provinsi Papua dan Papua Barat.

5. Jika tidak mampu untuk menyelamatkan Manusia Papua, beserta akar rumputnya maka berikan Hak penentuan nasib sendiri bagi orang Papua.

Manokwari, 05 April 2020

Kategori
Tak Berkategori

Lupa Memaafkan

Oleh : Yulius Woy

Tulisan saya kali ini mendefinisikan kalimat kutipan bijak saya di bawah ini untuk sengaja di publikasikan kepada kawan kawan sebagai bahan permenungan dan juga sebagai pengalaman permenungan pribadi saya. Selamat membaca…..🙏🙏🙏

Gambar 1. Pantai Petrus Kafiar Amban Manokwari. Provinsi Papua Barat

Ketika kita membenci seseorang kita sedang lupa akan kesalahan kita. Kadang, kebencian itu menutupi segala pemikiran kita yang positif untuk berpikir, bertindak baik dan bijaksana. Dalam tulisan saya kali ini lebih mengarah kepribadian kita.

Kebencian datang dari 4 faktor, yaitu : Pemikiran, Perkataan, Perbuatan, dan Langkah. Dari empat faktor ini menentukan sikap kepribadian kita sebagai Manusia.

1. Pemikiran Kita

Dalam Teori Pemikiran (TP) menjelaskan dengan jelas bahwa kemampuan untuk menghubungkan mental, kepercayaan, intensi, hasrat, berpura pura, dan pengetahuan. Sehingga menurut saya, hal ini akan sangat berpengaruh pada pola berpikir negatif kita akan pemikiran orang lain dan kemudian muncul sifat dan karakter kita.

2. Perkataan

Dalam maksud teori pemikiran adalah serangkaian bagian veriabel, definisi dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antarvariabel dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah. Sehingga menurut saya perkataan berasal dari pemikiran seseorang yang menjadi sebuah responsif bersifat negatif akan timbul kontradiksi hingga timbul perasaan saling membenci.

3. Perbuatan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) perbuatan atau tingkah lakunya tidak sesuai dengan perkataan. Sehingga menurut saya ketika seseorang mengatakan hal yang menurut orang lain itu baik untuk di lakukan, kemudian dalam perlakuan berbeda yang merugikan orang lain atau kurang baik hingga muncul pemikiran yang bertantangan atau kontradiksi. Nah! Di sini muncul sifat membenci antara satu sama lain.

4. Langkah

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) langkah atau gerakan kaki. Sehingga menurut saya ketika seseorang tidak sependapat atau persepsi ia akan pergi meninggalkan orang lain. maka timbullah rasa dendam atau saling membenci.

Dari empat faktor tersebut timbul lah perasaan saling membenci, yang sebenarnya tidak kita sadari bahwa isi dari pemikiran kita merupakan pemahaman yang berbeda beda dari definisi pemikiran kita, perkataan, perbuatan, hingga langkah kaki. Yang kemudian, munculnya sebuah pemikiran saling menyalahkan di antara kita.

Dan perlu kita pahami, bahwa ketika kita tidak memaafkan orang lain berarti kita tidak memaafkan diri kita, karena kebencian itu akan terus menjadi sebuah senjata yang kelak akan menghancurkan mental dan karakter kita sebagai Manusia yang berakal budi pekerti.

Sebelum mengakiri tulisan saya ijin kan saya mengutip sebuah kalimat bijak yang menjadi inspirasi pribadi saya dari sebuah filem india yang berjudul “KAL HO NAA HO” salah satu aktor terbaik bernama Shah Rukh Khan.

Kita Tidak bersama Karena Kita Tidak Saling Memaafkan, Ketika Kita Bersama Karena Kita Saling Memaafkan.

Shah Rukh Khan

Terima kasih, demikian sedikit ulasan Pemikiran dari kalimat inspirasi pribadi saya. Semoga menjadi manfaat bagi kita semua. Jangan lupa untuk like dan berkomentar untuk kemajuan dan perkembangan dari tulisan saya.

Oleh : Yulius Woy

Manokwari, 14 Maret 2019/lupamemaafkan/akun fb-halaman fb WOUW.

Kategori
Tak Berkategori

Papua, 6 – 29 Agustus 2019

6 Agustus 2019 mengingatkan ku pada sebuah kejadian yang kelam di alami oleh saudara/i ku yang berstudi di luar Papua. Tepatnya di Kabupaten kota Surabaya dan malang yang hingga memicu terjadinya kerusuhan besar besaran di seluruh tanah Papua hingga menghancurkan Fasilitas publik. Seperti, gedung DPRD Manokwari, MRP Provinsi Papua Barat, kios kios kecil milik masyarakat pendatang (luar Papua) pada 19 Agustus 2019 kira kira pukul 12:00 – 16:00 . Tidak hanya itu di berbagai daerah pun terjadi, seperti Kab. Sorong, Kab. Fak fak, dan Kab. Mimika Provinsi Papua (21/08/2019) Kemudian di Wamena Papua, Kab. Jayawijaya (23/08/2019), Jayapura yang juga merupakan Provinsi Papua.

Jenis Fasilitas Publik yang hancur, bahkan di bakar. Seperti Kantor DPRD Provinsi Papua Barat, MRP Papua Barat, Bandara Sorong Domino Eduard Osok, Pasar Tumburuni Kab. Fak fak, kantor Dewan Adat Kab. Fak fak, Kantor Bupati Jayawijaya, dan juga Kantor PLN, KIOS, TOKO, MOBIL, dll milik Instansi Pemerintah, maupun masyarakat Pendatang.

Kisah atau kejadian ini ku tulis berdasarkan kesaksian yang kami alami tepatnya di Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat, hingga berbagai Informasi yang kami terima melalui Via Tlfn, misenger, FB, Whatsap, dll. Hingga dengan penuh rasa kecewa bahkan benci untuk menjadi bagian dari sistem yang kami alami.

Kami Lawan Dan Menolak RASIAL Pada Harkat Dan Martabat Kami Sebagai Orang Papua. “SAYA BUKAN MONYET” Saya Manusia Yang Sama Seperti Kalian, Saya Mempunyai Kesetaraan Kesejahteraan Hidup, Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Dan Demokrasi Absolut.

Oleh Yulius Woy, Manokwari 13 Maret 2019. Provinsi Papua Barat.

Kategori
Tak Berkategori

Pos blog pertama

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini. Jika Anda membutuhkan bantuan, bertanyalah kepada orang-orang yang ramah di forum dukungan.